
Cikarang, 17 Oktober 2026 — Sekolah Tinggi Ekonomi dan Bisnis Islam (STEBI) Global Mulia kembali menegaskan komitmennya dalam menjaga kualitas akademik melalui penyelenggaraan Sidang Skripsi (Munaqasyah) XIV. Kegiatan ini menjadi salah satu tahapan penting dalam perjalanan akademik mahasiswa program sarjana untuk mempertanggungjawabkan hasil penelitian ilmiah sekaligus membuktikan kompetensi keilmuan yang telah dikembangkan selama menempuh pendidikan tinggi.
Sidang munaqasyah bukan sekadar proses evaluasi untuk menentukan kelulusan mahasiswa. Lebih dari itu, forum akademik ini menjadi ruang pengujian terhadap kemampuan mahasiswa dalam merumuskan persoalan penelitian, menguasai landasan teori, menerapkan metode penelitian secara tepat, menganalisis temuan, serta menyampaikan argumentasi ilmiah secara sistematis dan bertanggung jawab.
Melalui penyelenggaraan Munaqasyah XIV, STEBI Global Mulia memberikan ruang bagi mahasiswa untuk menunjukkan hasil pemikiran dan penelitian yang telah disusun sebagai bagian dari penyelesaian studi. Proses ini sekaligus menjadi bentuk pertanggungjawaban intelektual atas ilmu pengetahuan yang telah diperoleh selama menjalani perkuliahan.
Pelaksanaan sidang skripsi merupakan bagian penting dari proses pendidikan tinggi yang mengedepankan objektivitas, ketelitian, dan integritas akademik. Dalam forum ini, mahasiswa tidak hanya dituntut mampu menjelaskan isi penelitian, tetapi juga mempertahankan argumentasi berdasarkan data, teori, metodologi, dan hasil analisis yang dapat dipertanggungjawabkan.
Proses pengujian memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk memperoleh masukan akademik, mengidentifikasi kekuatan dan keterbatasan penelitian, serta memperbaiki kualitas karya ilmiah. Pertanyaan, kritik, dan saran yang disampaikan dalam sidang menjadi bagian dari proses pembelajaran untuk membangun pola pikir yang kritis, terbuka, dan sistematis.
Dalam konteks pendidikan ekonomi dan bisnis Islam, penelitian mahasiswa juga memiliki potensi untuk memberikan kontribusi terhadap pengembangan keilmuan serta penyelesaian berbagai persoalan masyarakat. Topik-topik yang berkaitan dengan ekonomi syariah, perbankan syariah, kewirausahaan, pengelolaan keuangan, dan pemberdayaan masyarakat dapat menjadi jembatan antara teori akademik dan kebutuhan nyata di lapangan, sesuai dengan fokus penelitian masing-masing mahasiswa.
Dalam rangkaian kegiatan Munaqasyah XIV, arahan pimpinan STEBI Global Mulia menjadi bagian penting untuk mengingatkan mahasiswa bahwa keberhasilan akademik tidak berhenti pada penyelesaian skripsi atau perolehan gelar sarjana. Lulusan perguruan tinggi juga diharapkan mampu menjaga integritas, mengembangkan kompetensi, dan menerapkan ilmu pengetahuan secara bertanggung jawab.
Pimpinan kampus memiliki peran strategis dalam menanamkan pemahaman bahwa proses akademik harus dijalankan dengan kejujuran, kedisiplinan, dan kesungguhan. Nilai-nilai tersebut perlu tercermin sejak mahasiswa menyusun penelitian, mengikuti proses bimbingan, menjalani sidang, hingga menerapkan pengetahuannya setelah menyelesaikan pendidikan.
Salah satu unsur utama dalam sidang munaqasyah adalah peran dosen penguji. Melalui proses pengujian, dosen melakukan penilaian terhadap penguasaan materi penelitian, ketepatan penggunaan teori, konsistensi metodologi, kualitas analisis, serta kemampuan mahasiswa mempertanggungjawabkan hasil penelitiannya.
Dosen penguji pada sidang ini, yaitu : Dr. Yoyo Hambali, S.Ag., M.Ag., M.A., Anggi Setya Prayoga, S.Kom., M.M., dan Hernanda Dian Rahajeng, S.E., M.M., berperan memberikan evaluasi dan rekomendasi perbaikan agar karya ilmiah yang dihasilkan memenuhi standar akademik yang ditetapkan institusi. Masukan yang diberikan diharapkan membantu mahasiswa memperjelas argumentasi, memperkuat analisis, dan meningkatkan kualitas penulisan ilmiah.
Keterlibatan dosen penguji dalam proses munaqasyah mencerminkan pentingnya mekanisme evaluasi akademik yang terukur. Melalui dialog ilmiah antara mahasiswa dan dosen, hasil penelitian dapat ditelaah secara lebih mendalam sehingga proses penyelesaian studi tidak hanya berorientasi pada pemenuhan persyaratan administratif, tetapi juga pada kualitas pengetahuan yang dihasilkan.
Penyelesaian skripsi merupakan salah satu capaian penting dalam perjalanan mahasiswa. Namun, tantangan berikutnya adalah bagaimana pengetahuan yang diperoleh selama perkuliahan dapat diterapkan untuk menjawab persoalan di lingkungan kerja, dunia usaha, lembaga keuangan, maupun masyarakat secara luas.
Bagi lulusan STEBI Global Mulia, penguasaan ilmu ekonomi dan bisnis Islam diharapkan dapat menjadi bekal untuk berkontribusi secara profesional sekaligus menjunjung nilai-nilai etika. Pengetahuan akademik perlu diiringi kemampuan berpikir kritis, komunikasi yang baik, tanggung jawab sosial, dan komitmen terhadap praktik yang berintegritas.
Penelitian yang telah disusun mahasiswa juga memiliki peluang untuk dikembangkan lebih lanjut menjadi artikel ilmiah, bahan pengembangan program pemberdayaan masyarakat, atau referensi bagi penelitian berikutnya. Dengan demikian, skripsi tidak harus berhenti sebagai dokumen akademik, tetapi dapat menjadi titik awal bagi lahirnya gagasan dan kontribusi yang lebih luas.
Penyelenggaraan Sidang Skripsi (Munaqasyah) XIV menjadi bagian dari perjalanan STEBI Global Mulia dalam melaksanakan pendidikan tinggi yang berorientasi pada pengembangan kompetensi dan tanggung jawab akademik. Melalui proses evaluasi yang sistematis, mahasiswa memperoleh kesempatan untuk menunjukkan capaian pembelajaran sekaligus memperkuat kesiapan menghadapi tantangan setelah menyelesaikan studi.
Sinergi antara mahasiswa, dosen pembimbing, dosen penguji, dan pimpinan institusi menjadi unsur penting dalam menjaga kualitas proses akademik. Setiap pihak memiliki tanggung jawab untuk memastikan bahwa penyelesaian studi berlangsung sesuai ketentuan dan mengedepankan nilai-nilai integritas ilmiah.
Pada akhirnya, Munaqasyah XIV bukan hanya tentang mempertahankan skripsi di hadapan dosen penguji. Lebih dari itu, kegiatan ini merupakan momentum untuk mengukur kesiapan mahasiswa dalam mempertanggungjawabkan ilmu, menghargai proses penelitian, dan melangkah menuju pengabdian yang lebih luas.
Sebab, keberhasilan seorang sarjana tidak hanya tercermin dari gelar yang disandang, tetapi juga dari cara ia menggunakan pengetahuan untuk menghadirkan manfaat bagi sesama.
STEBI Global Mulia — Inspiring the Global Future.
![]()
