
CIKARANG, 31 Oktober 2026 — Mengenakan toga bukan berarti perjalanan telah selesai. Justru, bagi para lulusan, wisuda menjadi awal untuk memasuki tantangan baru, mengamalkan ilmu, dan membuktikan kompetensi di tengah masyarakat.
Semangat tersebut mewarnai Sidang Senat Terbuka Wisuda Sarjana (S1) ke-V STEBI Global Mulia Tahun Akademik 2025/2026 yang diselenggarakan pada Sabtu, 31 Oktober 2026, di Hotel Holiday Inn Jababeka, Cikarang, Kabupaten Bekasi.
Mengusung tema “Menjadi Perguruan Tinggi Unggul Berbasis Riset dan Entrepreneurship serta Berdaya Saing Global”, kegiatan ini menjadi momentum pengukuhan lulusan sekaligus penegasan arah pengembangan STEBI Global Mulia menuju institusi pendidikan tinggi yang semakin kompetitif.
Acara dihadiri oleh pimpinan kampus, perwakilan pemerintah, unsur KOPERTAIS Wilayah II Jawa Barat, mitra perbankan, tokoh masyarakat, keluarga wisudawan, serta tamu undangan lainnya.
Dalam laporan institusi, Ketua STEBI Global Mulia, Dr. Yoyo Hambali, S.Ag., M.Ag., M.A., menyampaikan perkembangan institusi sekaligus arah strategis pengembangan kampus. Salah satu hal yang menjadi perhatian adalah penguatan kualitas akademik, tata kelola, penelitian, publikasi ilmiah, dan kompetensi lulusan.
STEBI Global Mulia saat ini mengelola enam program studi, terdiri atas lima program sarjana dan satu program magister. Pengembangan institusi juga diarahkan melalui penerapan kurikulum berbasis Outcome-Based Education (OBE), penguatan sistem penjaminan mutu, digitalisasi layanan, serta peningkatan sarana dan prasarana.
Dalam kesempatan tersebut, Ketua STEBI juga menyampaikan target transformasi kelembagaan yang menjadi bagian dari visi pengembangan kampus.
“Ke depan, STEBI Global Mulia menargetkan transformasi menjadi Institut Global Mulia sebelum melangkah menuju Universitas Global Mulia. Untuk mewujudkannya, kami mengharapkan dukungan yayasan, Kopertais Wilayah II Jawa Barat, Kementerian Agama, dan seluruh pemangku kepentingan,” ungkap Dr. Yoyo Hambali.
Pernyataan tersebut menegaskan bahwa wisuda bukan hanya momentum melepas lulusan, tetapi juga menjadi kesempatan bagi institusi untuk menyampaikan capaian dan target pengembangan ke depan.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Yayasan Global Mulia, K.H. Teguh Wibowo, S.E., M.Si., M.M., mengingatkan para wisudawan bahwa keberhasilan menyelesaikan pendidikan harus dilanjutkan dengan keberanian menghadapi kehidupan nyata.
Ia menekankan bahwa wisuda bukan akhir perjalanan, melainkan awal untuk mengimplementasikan ilmu dalam dunia kerja dan kehidupan bermasyarakat. Ia juga mengajak lulusan agar tetap optimistis, konsisten berusaha, dan tidak menjadikan keterbatasan sebagai penghalang untuk berkembang.
Sementara itu, Koordinator KOPERTAIS Wilayah II Jawa Barat, Prof. Dr. H. Rosihon Anwar, M.Ag., menyoroti pentingnya kesiapan intelektual, profesionalitas, dan akhlak bagi lulusan perguruan tinggi keagamaan Islam. Ia juga mengingatkan agar para lulusan tidak melupakan dukungan orang tua dan bimbingan dosen selama menempuh pendidikan.
Wisuda V STEBI Global Mulia turut menghadirkan Dr. Asro’i, M.Pd., selaku Kepala Subdirektorat Pengembangan Kelembagaan Direktorat Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam Kementerian Agama RI, untuk menyampaikan orasi ilmiah.
Dalam orasinya, ia menekankan pentingnya integrasi keilmuan Islam dengan perkembangan sains, teknologi, ekonomi, dan ilmu sosial. Perguruan tinggi Islam didorong untuk terus terbuka terhadap perubahan zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai keislaman.
Penguatan budaya riset, publikasi ilmiah, dan peningkatan kualifikasi akademik dosen juga menjadi perhatian. Hal tersebut dinilai penting agar perguruan tinggi mampu menghasilkan pengetahuan yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
Tidak hanya menjadi seremoni pengukuhan lulusan, Wisuda V juga menjadi kesempatan untuk memberikan apresiasi kepada sivitas akademika yang telah menunjukkan prestasi dan kontribusi.
Penghargaan kepada dosen diberikan kepada Dr. Royani, S.Th.I., M.A., atas kontribusinya dalam pengembangan penerimaan mahasiswa baru, perluasan akses beasiswa, penelitian, serta publikasi buku dan jurnal ilmiah.

Sementara itu, Ima Bripdayanti, S.E., memperoleh predikat Wisudawan Terbaik Pertama dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,96 dan berhasil menyelesaikan studi tepat waktu.
Selain penghargaan tersebut, tujuh mahasiswa juga mendapatkan apresiasi atas prestasi di bidang penelitian dan publikasi, kompetisi nonakademik tingkat nasional, serta aktivitas organisasi kemahasiswaan.
Pada kesempatan yang sama, dilakukan penyerahan beasiswa secara simbolis dari BAZNAS Kabupaten Bekasi dan Bank Syariah Indonesia (BSI) sebagai bentuk dukungan terhadap akses pendidikan dan pengembangan potensi akademik mahasiswa.
Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan prosesi pengukuhan para lulusan oleh Ketua STEBI Global Mulia bersama jajaran pimpinan dan ketua program studi.
Suasana wisuda semakin semarak melalui penampilan Tari Kesatria, Tari Nusantara, GM Harmony Choir, nasyid Al Fatih Voice, serta hiburan dari alumni. Berbagai penampilan tersebut turut menghadirkan suasana kebersamaan antara lulusan, keluarga, dan sivitas akademika.
Penyelenggaraan Wisuda V menjadi momentum penting, baik bagi para lulusan maupun bagi STEBI Global Mulia. Bagi wisudawan, toga menjadi simbol keberhasilan menyelesaikan satu tahapan pendidikan. Bagi institusi, momentum ini menjadi pengingat bahwa peningkatan kualitas pendidikan harus terus berjalan.
Pada akhirnya, gelar akademik bukan sekadar sesuatu yang dicantumkan di belakang nama. Lebih dari itu, gelar tersebut membawa tanggung jawab untuk terus belajar, menjaga integritas, mengembangkan kompetensi, dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
Selamat kepada seluruh wisudawan dan wisudawati STEBI Global Mulia. Toga boleh dilepas, tetapi semangat belajar, berkarya, dan mengabdi jangan pernah selesai.






![]()


