
Cikarang, 22 Agustus 2026 – Sekolah Tinggi Ekonomi dan Bisnis Islam (STEBI Global Mulia) kembali menyelenggarakan rangkaian evaluasi akademik melalui Sidang Proposal Skripsi Gelombang XI dan Sidang Skripsi (Munaqasyah) Gelombang IX. Kegiatan ini menjadi salah satu tahapan penting dalam perjalanan akademik mahasiswa, sekaligus menjadi ruang untuk menguji kesiapan intelektual, kemampuan analisis, dan penguasaan mahasiswa terhadap penelitian yang telah maupun akan mereka kembangkan.
Pelaksanaan sidang berlangsung dalam suasana akademik yang tertib dan kondusif. Para mahasiswa mengikuti proses pengujian dengan mempresentasikan gagasan penelitian, menjelaskan landasan teori dan metodologi, serta mempertanggungjawabkan hasil penelitian di hadapan tim penguji sesuai dengan tahapan sidang yang diikuti.
Dari Gagasan Penelitian Menuju Karya Ilmiah
Pada Sidang Proposal Skripsi Gelombang XI, mahasiswa mendapatkan kesempatan untuk memaparkan rancangan penelitian yang telah dipersiapkan. Presentasi mencakup berbagai aspek penting penelitian, mulai dari latar belakang, identifikasi dan rumusan masalah, tujuan penelitian, kajian teori, hingga metode yang akan digunakan.
Tahap ini menjadi momentum penting karena mahasiswa tidak hanya dituntut mampu menyusun proposal secara sistematis, tetapi juga harus mampu menjelaskan alasan akademik di balik pemilihan topik dan metode penelitian.
Melalui proses pengujian, mahasiswa memperoleh berbagai pertanyaan, kritik, serta masukan konstruktif dari tim penguji. Catatan tersebut diharapkan dapat menjadi bahan penyempurnaan agar penelitian yang akan dilaksanakan memiliki arah yang lebih jelas, metodologi yang tepat, dan kontribusi akademik yang lebih kuat.
Munaqasyah: Momentum Mempertanggungjawabkan Hasil Penelitian
Sementara itu, Sidang Skripsi (Munaqasyah) Gelombang IX menjadi tahapan bagi mahasiswa yang telah menyelesaikan penelitian dan karya ilmiahnya.
Dalam sesi ini, mahasiswa mempresentasikan hasil penelitian sekaligus mempertanggungjawabkan temuan yang diperoleh selama proses penelitian. Tim penguji memberikan pertanyaan dan evaluasi untuk mengukur sejauh mana mahasiswa memahami substansi penelitian, mampu menghubungkan teori dengan temuan di lapangan, serta mempertahankan argumentasi berdasarkan data dan pendekatan ilmiah.
Munaqasyah bukan sekadar ujian untuk menentukan capaian akademik, tetapi juga menjadi proses pembelajaran yang melatih mahasiswa untuk berpikir kritis, menyampaikan gagasan secara terstruktur, menerima kritik secara akademis, serta mempertahankan pendapat berdasarkan landasan ilmiah.
Budaya Akademik yang Mengedepankan Integritas
Penyelenggaraan Sidang Proposal Skripsi XI dan Sidang Skripsi (Munaqasyah) IX juga menjadi bagian dari komitmen STEBI Global Mulia dalam membangun budaya akademik yang menjunjung tinggi integritas, objektivitas, profesionalisme, dan tanggung jawab ilmiah.
Dalam setiap proses sidang, mahasiswa diarahkan untuk memahami bahwa karya ilmiah bukan hanya menjadi salah satu persyaratan penyelesaian studi, tetapi juga merupakan bentuk kontribusi mahasiswa terhadap pengembangan pengetahuan dan pemecahan berbagai persoalan yang terdapat di masyarakat.
Proses tersebut sekaligus memperlihatkan bagaimana pembelajaran yang diperoleh mahasiswa selama masa perkuliahan diarahkan untuk dapat diterapkan melalui kegiatan penelitian. Kemampuan melakukan kajian, menganalisis permasalahan, mengolah informasi, dan menyusun argumentasi menjadi kompetensi penting yang terus dibangun melalui proses akademik.
Dosen Penguji Hadir sebagai Evaluator dan Mitra Akademik
Kehadiran tim dosen penguji yang terdiri dari Dr. Yoyo Hambali, S.Ag., M.A., Anggi Setya Prayogi, S.Kom., M.M., Hernanda Dian Rahajeng, S.E., M.M., Moh. Gufron Romadhoni, S, Pd., M.M., dalam kegiatan ini memiliki peran strategis dalam memastikan kualitas karya ilmiah mahasiswa. Melalui proses tanya jawab dan evaluasi, para penguji memberikan perspektif akademik yang membantu mahasiswa menemukan kekuatan sekaligus bagian-bagian yang masih perlu diperbaiki dalam penelitian mereka.
Masukan yang diberikan tidak berhenti pada penilaian, tetapi menjadi bagian dari proses penyempurnaan karya ilmiah. Dengan demikian, ruang sidang menjadi tempat berlangsungnya dialog akademik yang mendorong mahasiswa untuk semakin matang dalam memahami bidang keilmuannya.
Langkah Menuju Lulusan yang Kompeten dan Profesional
Bagi mahasiswa yang mengikuti sidang proposal, kegiatan ini menjadi pijakan untuk melanjutkan penelitian secara lebih terarah. Adapun bagi mahasiswa yang mengikuti Munaqasyah, sidang menjadi salah satu momentum penting menuju penyelesaian studi setelah melalui proses perkuliahan dan penelitian.
STEBI Global Mulia terus mendorong agar setiap lulusan tidak hanya memiliki kemampuan akademik, tetapi juga mampu menunjukkan keterampilan berpikir kritis, kemampuan riset, komunikasi ilmiah, integritas, dan profesionalisme.
Melalui penyelenggaraan Sidang Proposal Skripsi Gelombang XI dan Sidang Skripsi (Munaqasyah) Gelombang IX, STEBI Global Mulia kembali menegaskan komitmennya untuk menjaga kualitas proses akademik sekaligus mempersiapkan mahasiswa menjadi lulusan yang mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.
Sidang bukan sekadar akhir dari sebuah perjalanan akademik. Ia adalah ruang pembuktian bahwa ilmu yang dipelajari mampu diolah menjadi gagasan, penelitian, dan karya yang dapat dipertanggungjawabkan.

![]()
