
Cikarang, 25 Juli 2026 – Masjid Muhammad Al-Fatih Kampus Global Mulia kembali menjadi pusat syiar Islam dan pengembangan intelektual melalui penyelenggaraan Kajian Inspiratif yang mengangkat tema “Membangun Generasi Unggul: Memadukan Ilmu, Iman, dan Akhlak.” Kegiatan yang diselenggarakan pada Sabtu, 25 Juli 2026 ini dihadiri oleh sivitas akademika STEBI Global Mulia, keluarga besar Yayasan Global Insan Mulia, para tokoh pendidikan, pimpinan lembaga, mahasiswa, santri, serta masyarakat umum yang antusias mengikuti majelis ilmu hingga selesai.
Mengusung semangat “Menebar Ilmu, Menguatkan Iman, Membangun Peradaban,” kajian ini menjadi wadah untuk memperkuat nilai-nilai keislaman sekaligus menegaskan pentingnya pendidikan karakter dalam membentuk generasi yang berilmu, beriman, dan berakhlak mulia. Kegiatan ini juga menjadi bagian dari komitmen Masjid Muhammad Al-Fatih sebagai pusat pembinaan umat yang tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai ruang edukasi, inspirasi, dan pemberdayaan masyarakat.
Acara diawali dengan pembukaan oleh pembawa acara, dilanjutkan pembacaan ayat suci Al-Qur’an yang menghadirkan suasana khidmat dan penuh keberkahan. Setelah itu, kegiatan dilanjutkan dengan sambutan dari Dr. Yoyo Hambali, S.Ag., M.A., selaku Ketua Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Masjid Muhammad Al-Fatih sekaligus Rektor STEBI Global Mulia. Dalam sambutannya, beliau menegaskan bahwa masjid memiliki peran strategis dalam membangun peradaban melalui penguatan ilmu pengetahuan, pembinaan akhlak, dan peningkatan kualitas keimanan generasi muda.
Sambutan berikutnya disampaikan oleh H. Teguh Wibowo, S.E., M.Si., M.M., selaku Ketua Dewan Syuro Masjid Muhammad Al-Fatih sekaligus Ketua Yayasan Global Insan Mulia. Beliau mengajak seluruh jamaah untuk menjadikan majelis ilmu sebagai sarana memperkokoh ukhuwah Islamiyah sekaligus meningkatkan kualitas diri dalam menghadapi tantangan zaman yang semakin kompleks. Menurutnya, kolaborasi antara pendidikan, keluarga, dan masjid merupakan fondasi utama dalam melahirkan generasi yang unggul serta memiliki karakter Islami yang kuat.
Memasuki acara inti, kajian dipandu oleh moderator Ustadz Rahmad Hadi, S.Sos.I., M.Pd. dengan menghadirkan narasumber utama, Prof. Drg. H. Suryono, S.H., M.M., Ph.D., Dekan Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Gadjah Mada (UGM). Dalam penyampaian materinya, Prof. Suryono menekankan bahwa keberhasilan membangun generasi unggul tidak hanya ditentukan oleh kecerdasan intelektual, tetapi juga oleh kekuatan iman serta kemuliaan akhlak. Ketiga aspek tersebut harus berjalan secara seimbang agar mampu melahirkan pribadi yang berintegritas, berdaya saing, dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
Beliau juga mengajak para peserta, khususnya mahasiswa, untuk terus mengembangkan budaya belajar sepanjang hayat, menjaga nilai-nilai moral dalam kehidupan akademik maupun profesional, serta menjadikan ilmu sebagai sarana untuk menghadirkan kemaslahatan. Menurutnya, generasi masa depan membutuhkan keseimbangan antara kompetensi akademik, kecerdasan spiritual, dan karakter yang kuat agar mampu menjadi pemimpin yang amanah dan visioner.
Suasana kajian berlangsung hangat dan interaktif. Para peserta tampak antusias menyimak setiap materi yang disampaikan serta aktif mengikuti sesi diskusi dan tanya jawab. Berbagai pertanyaan seputar pengembangan karakter, kepemimpinan, dunia pendidikan, hingga tantangan generasi muda di era modern menjadi pembahasan yang memperkaya wawasan seluruh jamaah.
Penyelenggaraan Kajian Inspiratif ini merupakan salah satu bentuk nyata sinergi antara Masjid Muhammad Al-Fatih, STEBI Global Mulia, dan Yayasan Global Insan Mulia dalam membangun ekosistem pendidikan yang berlandaskan nilai-nilai Islam. Melalui kegiatan seperti ini, diharapkan lahir generasi yang tidak hanya unggul dalam bidang akademik, tetapi juga memiliki ketakwaan, kepedulian sosial, dan akhlak yang mulia sebagai bekal menghadapi tantangan global.
Kegiatan ditutup dengan doa bersama sebagai harapan agar ilmu yang diperoleh menjadi keberkahan, memperkuat keimanan, serta menjadi amal jariyah bagi seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam penyelenggaraan acara. Semangat “Membangun Generasi Unggul: Memadukan Ilmu, Iman, dan Akhlak” diharapkan terus menginspirasi seluruh sivitas akademika dan masyarakat untuk menjadikan majelis ilmu sebagai bagian dari ikhtiar membangun peradaban yang lebih baik.


![]()
