Dua Tahap, Satu Langkah Menuju Sarjana: STEBI Global Mulia Gelar Sidang Proposal XIV dan Munaqasyah XII

Cikarang, 3 Oktober 2026 – STEBI Global Mulia kembali menggelar salah satu agenda penting dalam perjalanan akademik mahasiswa melalui Sidang Proposal Skripsi XIV dan Sidang Skripsi (Munaqasyah) XII. Kegiatan tersebut diikuti oleh 19 mahasiswa STEBI Global Mulia sebagai bagian dari tahapan evaluasi dan pertanggungjawaban ilmiah atas proses penelitian yang telah mereka jalani.

Kegiatan berlangsung dalam suasana akademik yang serius, tertib, dan konstruktif. Sidang menjadi ruang bagi mahasiswa untuk menyampaikan gagasan penelitian, mempresentasikan hasil kajian, sekaligus mempertahankan argumentasi ilmiah di hadapan tim penguji.

Sidang Proposal Skripsi XIV menjadi momentum bagi mahasiswa untuk menguji sekaligus mematangkan rancangan penelitian sebelum memasuki tahapan penelitian lebih lanjut. Dalam forum ini, mahasiswa memaparkan latar belakang penelitian, rumusan masalah, tujuan, landasan teori, serta metode yang akan digunakan.

Proses dialog akademik antara mahasiswa dan tim penguji yaitu, Dr. Yoyo Hambali, S.Ag., M.A., Anggi Setya Prayoga, S.Kom., M.M., Hernanda Dian Rahajeng, S.E., M.M., Dr. Maria Francisca, S.H., M.Kn., menjadi bagian penting dalam pelaksanaan sidang. Pertanyaan, tanggapan, serta masukan yang diberikan tidak hanya menjadi bahan evaluasi, tetapi juga membantu mahasiswa memperjelas arah penelitian agar dapat menghasilkan karya ilmiah yang sistematis dan memiliki relevansi terhadap bidang keilmuan.

Sementara itu, Sidang Skripsi (Munaqasyah) XII menjadi tahapan akademik bagi mahasiswa yang telah menyelesaikan penelitian dan penyusunan skripsinya. Pada tahap ini, mahasiswa dituntut mampu menjelaskan proses penelitian, temuan yang diperoleh, serta argumentasi yang mendasari kesimpulan penelitian.

Dengan demikian, munaqasyah tidak sekadar menjadi ujian akhir, melainkan juga menjadi ruang untuk mengukur kemampuan mahasiswa dalam mengolah pengetahuan, berpikir kritis, menyampaikan gagasan, serta mempertanggungjawabkan hasil penelitian secara akademik.

Dalam kesempatan tersebut, Bapak Ketua STEBI Global Mulia, Dr. Yoyo Hambali, S.Ag., M.A turut memberikan arahan kepada para mahasiswa yang mengikuti sidang. Arahan tersebut menekankan pentingnya menjadikan proses penyusunan skripsi sebagai bagian dari perjalanan pembelajaran, bukan semata-mata sebagai kewajiban untuk memperoleh gelar akademik.

“Skripsi bukan hanya tentang bagaimana menyelesaikan sebuah kewajiban akademik, tetapi bagaimana Saudara menunjukkan bahwa selama menempuh pendidikan di STEBI Global Mulia, Saudara mampu berpikir secara ilmiah, menyusun argumentasi dengan baik, dan mempertanggungjawabkan setiap proses yang telah dilakukan.”

Bapak Rektor juga mengingatkan agar mahasiswa senantiasa menerima setiap pertanyaan dan masukan dari tim penguji sebagai bagian dari proses pengembangan diri. Kritik akademik yang disampaikan dalam persidangan diharapkan dapat menjadi bekal bagi mahasiswa untuk terus meningkatkan kemampuan intelektual dan profesionalitas.

Penyelenggaraan Sidang Proposal Skripsi XIV dan Munaqasyah XII menjadi bagian dari upaya STEBI Global Mulia dalam membangun tradisi akademik yang mengedepankan integritas, objektivitas, kemampuan berpikir kritis, dan tanggung jawab ilmiah.

Sebanyak 19 mahasiswa yang mengikuti rangkaian sidang dihadapkan pada proses akademik yang menuntut kesiapan, baik dari sisi substansi penelitian maupun kemampuan dalam mengkomunikasikan hasil pemikirannya. Setiap mahasiswa memiliki ruang untuk menunjukkan sejauh mana pemahaman mereka terhadap penelitian yang telah dilakukan.

Lebih dari sekadar penilaian, proses persidangan juga memberikan pengalaman akademik yang berharga. Mahasiswa belajar menerima kritik, merespons pertanyaan secara argumentatif, serta melakukan refleksi terhadap penelitian yang telah mereka susun.

Sidang Proposal XIV dan Munaqasyah XII pada akhirnya menjadi bagian dari perjalanan panjang mahasiswa STEBI Global Mulia menuju pencapaian akademik dan profesional. Bagi peserta sidang proposal, masukan yang diperoleh menjadi pijakan untuk menyempurnakan penelitian. Sementara bagi peserta munaqasyah, proses persidangan menjadi momentum untuk mempertanggungjawabkan hasil penelitian yang telah dikerjakan.

STEBI Global Mulia berharap seluruh proses tersebut dapat melahirkan lulusan yang tidak hanya memiliki kompetensi keilmuan, tetapi juga mampu berpikir kritis, berintegritas, serta memiliki kemampuan untuk mengimplementasikan ilmu yang diperoleh di tengah masyarakat.

Sidang Proposal Skripsi XIV dan Munaqasyah XII pun menjadi pengingat bahwa setiap karya ilmiah memiliki proses panjang di baliknya—dan setiap proses akademik adalah bagian dari perjalanan untuk tumbuh menjadi insan yang berilmu, berintegritas, dan siap memberikan kontribusi nyata.

 

Loading

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top