
Cikarang, 10 Oktober 2026 — Pelaksanaan Skripsi (Munaqasyah) XIII STEBI Global Mulia menjadi momentum penting bagi mahasiswa dalam menuntaskan perjalanan akademik di perguruan tinggi. Kegiatan ini diikuti oleh 16 mahasiswa yang mengikuti proses ujian skripsi sebagai bentuk pertanggungjawaban ilmiah atas penelitian yang telah disusun.
Munaqasyah tidak sekadar menjadi tahapan akhir untuk memperoleh gelar akademik, tetapi juga merupakan ruang evaluasi terhadap kemampuan mahasiswa dalam memahami persoalan, membangun argumentasi ilmiah, menguasai metodologi penelitian, serta mempertahankan hasil kajian secara sistematis dan bertanggung jawab.
Melalui pelaksanaan Munaqasyah XIII, STEBI Global Mulia menegaskan komitmennya untuk menjaga kualitas akademik serta mendorong lahirnya lulusan yang memiliki kompetensi keilmuan, integritas, dan kesiapan menghadapi tantangan di tengah masyarakat.

Dalam rangkaian kegiatan Skripsi (Munaqasyah) XIII, Ketua STEBI Global Mulia, Dr. Yoyo Hambali, S.Ag., M.A., memberikan arahan kepada mahasiswa agar menjadikan proses munaqasyah sebagai momentum untuk menunjukkan kualitas intelektual, kedewasaan berpikir, dan tanggung jawab akademik.
“Munaqasyah bukan sekadar tahapan untuk menyelesaikan studi, melainkan momentum bagi mahasiswa untuk menunjukkan hasil perjuangan akademik, kemampuan berpikir kritis, serta tanggung jawab atas ilmu yang telah dipelajari. Kami berharap para mahasiswa terus menjaga integritas, mengembangkan kompetensi, dan menjadikan ilmu pengetahuan sebagai bekal untuk memberikan manfaat bagi masyarakat.”
Arahan tersebut diharapkan dapat menjadi motivasi bagi mahasiswa untuk terus meningkatkan kualitas diri, menjaga etika, serta mengimplementasikan ilmu yang diperoleh selama perkuliahan dalam kehidupan profesional maupun pengabdian kepada masyarakat.
Pelaksanaan Skripsi (Munaqasyah) XIII juga menjadi bagian penting dari mekanisme penjaminan mutu akademik di lingkungan STEBI Global Mulia. Melalui proses pengujian, dosen penguji memberikan penilaian terhadap substansi penelitian, ketepatan metodologi, kedalaman analisis, serta kemampuan mahasiswa dalam mempertahankan argumentasi ilmiah.
Masukan dan evaluasi yang diberikan dalam proses munaqasyah diharapkan dapat membantu mahasiswa menyempurnakan hasil penelitian sekaligus memperkuat pemahaman terhadap bidang keilmuan yang ditekuni.
Keterlibatan dosen penguji, yaitu : Dr. Yoyo Hambali, S.Ag., M.A., Anggi Setya Prayoga, S.Kom., M.M., Hernanda Dian Rahajeng, S.E., M.M., dan Moh. Gufron Romadhoni, S.Pd., M.M., merupakan bagian penting dalam memastikan bahwa penelitian mahasiswa memenuhi standar akademik dan dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah.
Keikutsertaan 16 mahasiswa dalam Skripsi (Munaqasyah) XIII mencerminkan proses pembelajaran yang tidak hanya berorientasi pada penguasaan teori, tetapi juga pada kemampuan melakukan penelitian, menyusun argumentasi, dan mengembangkan pemikiran ilmiah.
Pengalaman menjalani munaqasyah diharapkan dapat membentuk lulusan yang lebih percaya diri, kritis, profesional, serta siap menghadapi tantangan di dunia kerja dan kehidupan bermasyarakat.
Bagi STEBI Global Mulia, kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya berkelanjutan untuk memperkuat budaya akademik, meningkatkan kualitas lulusan, dan mendorong mahasiswa agar mampu memberikan kontribusi positif bagi perkembangan ilmu pengetahuan serta pembangunan masyarakat.
Penyelenggaraan Skripsi (Munaqasyah) XIII menjadi pengingat bahwa perjalanan akademik bukan hanya tentang memperoleh gelar, melainkan juga tentang membangun karakter, memperluas wawasan, dan menumbuhkan tanggung jawab terhadap ilmu yang dimiliki.
STEBI Global Mulia berharap seluruh mahasiswa dapat menjalani setiap tahapan akademik dengan sungguh-sungguh serta menjadikan pengalaman penelitian sebagai bekal untuk terus belajar, berkarya, dan berkontribusi.
Melalui kegiatan ini, STEBI Global Mulia terus berupaya menghadirkan pendidikan tinggi yang mengedepankan kualitas akademik, integritas, dan kemanfaatan ilmu bagi masyarakat.
STEBI Global Mulia — Inspiring the Global Future.

![]()
