STEBI Global Mulia Kembali Gelar Sidang Akademik, Sidang Proposal XII dan Munaqasyah X Jadi Momentum Uji Kesiapan Ilmiah Mahasiswa

Cikarang, 5 September 2026 – Sekolah Tinggi Ekonomi dan Bisnis Islam (STEBI Global Mulia) kembali menyelenggarakan Sidang Proposal Skripsi Gelombang XII dan Sidang Skripsi (Munaqasyah) Gelombang X sebagai bagian dari rangkaian proses akademik mahasiswa menuju penyelesaian studi.

Kegiatan ini menjadi momentum penting bagi mahasiswa untuk menunjukkan kesiapan dalam mengembangkan gagasan penelitian, menguasai metodologi, menganalisis persoalan berdasarkan pendekatan ilmiah, serta mempertanggungjawabkan hasil penelitian yang telah dilakukan.

Menguji Gagasan Sebelum Menjadi Karya Ilmiah

Pada Sidang Proposal Skripsi Gelombang XII, mahasiswa mempresentasikan rancangan penelitian yang telah disusun di hadapan tim penguji. Tahapan ini menjadi ruang akademik untuk menguji kelayakan sekaligus ketajaman gagasan penelitian sebelum mahasiswa melanjutkan pada proses penelitian secara lebih mendalam.

Dalam sesi tersebut, mahasiswa menjelaskan berbagai aspek penelitian, mulai dari latar belakang permasalahan, rumusan masalah, tujuan penelitian, landasan teori, hingga pendekatan dan metode penelitian yang digunakan.

Proses tanya jawab dengan tim penguji, yaitu Dr. Yoyo Hambali, S.Ag., M.A, Anggi Setya Prayoga, S.Kom., M.M., Hernanda Dian Rahajeng, S.E., M.M., M. Zaini El Wahyu, S.Pd., M.Pd., menjadi bagian penting dalam pelaksanaan sidang. Berbagai pertanyaan, kritik, dan saran diberikan untuk membantu mahasiswa memperbaiki serta mempertajam rancangan penelitian sehingga penelitian yang dilaksanakan memiliki arah dan dasar akademik yang lebih kuat.

Munaqasyah, Ruang Pertanggungjawaban Hasil Penelitian

Berbeda dengan sidang proposal, Sidang Skripsi (Munaqasyah) Gelombang X menjadi tahapan bagi mahasiswa yang telah menyelesaikan penelitian dan menyusun skripsinya.

Pada tahap ini, mahasiswa dituntut mampu memaparkan hasil penelitian secara sistematis sekaligus mempertanggungjawabkan temuan dan argumentasi yang dituangkan dalam karya ilmiah. Tim penguji kemudian melakukan pendalaman melalui sesi tanya jawab dan evaluasi terhadap substansi penelitian.

Munaqasyah menjadi salah satu proses akademik yang menguji sejauh mana mahasiswa mampu menguasai bidang kajian yang diteliti, memahami teori yang digunakan, menjelaskan metode penelitian, serta menghubungkan hasil penelitian dengan permasalahan yang menjadi fokus kajian.

Ruang Dialog Akademik yang Mendorong Mahasiswa Berpikir Kritis

Pelaksanaan sidang di lingkungan STEBI Global Mulia tidak hanya ditempatkan sebagai proses evaluasi, tetapi juga sebagai ruang dialog akademik antara mahasiswa dan dosen penguji.

Melalui diskusi ilmiah yang berlangsung selama sidang, mahasiswa mendapatkan kesempatan untuk melihat penelitian dari perspektif yang lebih luas. Masukan dari para penguji menjadi bahan penting bagi penyempurnaan karya ilmiah sekaligus memberikan pengalaman berharga dalam menghadapi proses akademik secara profesional.

Kemampuan untuk menyampaikan gagasan secara sistematis, menjawab pertanyaan secara argumentatif, menerima kritik, serta mempertahankan pendapat berdasarkan teori dan data merupakan kompetensi yang terus dibangun melalui proses tersebut.

Menjaga Integritas dalam Setiap Karya Ilmiah

Penyelenggaraan Sidang Proposal Skripsi XII dan Sidang Skripsi (Munaqasyah) X juga menjadi bagian dari komitmen STEBI Global Mulia dalam menjaga kualitas dan integritas akademik.

Mahasiswa diarahkan untuk memahami bahwa skripsi bukan hanya dokumen persyaratan kelulusan, tetapi merupakan karya ilmiah yang harus disusun berdasarkan proses penelitian yang dapat dipertanggungjawabkan.

Karena itu, setiap tahapan penelitian dituntut untuk memperhatikan ketepatan metodologi, penggunaan sumber yang relevan, analisis yang objektif, serta penyajian hasil penelitian secara sistematis.

Dari Ruang Sidang Menuju Dunia Profesional

Bagi mahasiswa peserta Sidang Proposal, kegiatan ini menjadi pijakan untuk memasuki tahapan penelitian berikutnya dengan rancangan yang lebih matang. Sementara bagi peserta Munaqasyah, momentum tersebut menjadi salah satu tahapan penting dalam menyelesaikan perjalanan akademik di STEBI Global Mulia.

Pengalaman mengikuti sidang diharapkan dapat membentuk mahasiswa yang tidak hanya memiliki kemampuan akademik, tetapi juga percaya diri, kritis, komunikatif, profesional, dan mampu mempertanggungjawabkan gagasannya.

Kompetensi tersebut menjadi bekal penting bagi mahasiswa ketika nantinya terjun ke dunia kerja, menjadi bagian dari masyarakat, maupun melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.

Melanjutkan Tradisi Akademik yang Berkualitas

Melalui pelaksanaan Sidang Proposal Skripsi Gelombang XII dan Sidang Skripsi (Munaqasyah) Gelombang X, STEBI Global Mulia terus berupaya menjaga keberlanjutan proses akademik sekaligus memberikan ruang bagi mahasiswa untuk membuktikan capaian pembelajaran yang telah mereka peroleh selama masa studi.

Kegiatan ini sekaligus menjadi pengingat bahwa perjalanan menuju kelulusan bukan hanya tentang menyelesaikan kewajiban akademik, tetapi juga tentang membangun kemampuan untuk berpikir, meneliti, berdiskusi, dan menghasilkan karya yang memberikan manfaat.

Dengan semangat tersebut, STEBI Global Mulia terus mendorong lahirnya lulusan yang memiliki kompetensi keilmuan, integritas, serta kesiapan menghadapi dinamika dunia profesional dan masyarakat yang terus berkembang.

Dari proposal lahir gagasan, dari penelitian lahir pengetahuan, dan dari ruang sidang lahir keberanian untuk mempertanggungjawabkan ilmu.

Loading

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top