Dari Pelantikan hingga Deklarasi Bekasi: STEBI Global Mulia Satukan Kepemimpinan HISSI dan Gagasan Global Hukum Ekonomi Islam di Era Disrupsi

Cikarang, 15 Agustus 2026 — Sekolah Tinggi Ekonomi dan Bisnis Islam (STEBI Global Mulia) menjadi ruang bertemunya kepemimpinan organisasi, akademisi, praktisi, dan pemikir hukum ekonomi Islam dalam kegiatan Inauguration of Majelis Pengurus Daerah (MPD) HISSI Bekasi Raya & International Conference on Islamic Economic Law in the Era of Disruption.

Kegiatan yang menggabungkan prosesi pelantikan MPD HISSI Bekasi Raya dengan forum konferensi internasional tersebut menjadi momentum strategis untuk memperkuat peran Himpunan Ilmuwan dan Sarjana Syariah Indonesia (HISSI), memperluas jejaring akademik, sekaligus merumuskan gagasan mengenai masa depan hukum ekonomi Islam dalam menghadapi transformasi digital dan perubahan ekonomi global.

Rangkaian kegiatan disusun secara komprehensif, mulai dari registrasi, pembukaan, tilawah Al-Qur’an, penguatan identitas institusi melalui Indonesia Raya dan Hymne STEBI Global Mulia, pelantikan pengurus MPD HISSI Bekasi Raya, penampilan mahasiswa, hingga tiga forum seminar internasional yang membahas perspektif global, ekonomi-keuangan-pembangunan, serta hukum, pendidikan, dan transformasi kelembagaan.

Pembukaan yang Mengawali Agenda Akademik dan Organisasi

Kegiatan diawali pada pagi hari dengan registrasi peserta. Tim registrasi dan among tamu bertugas menyambut sekaligus mengarahkan para peserta dan tamu undangan menuju lokasi kegiatan. Setelah seluruh peserta memasuki ruangan, acara dilanjutkan dengan pembukaan yang dipandu oleh Euis Entang, S.E. selaku Master of Ceremony.

Suasana kemudian menjadi lebih khidmat dengan tilawah Al-Qur’an yang dibawakan oleh Irgi Lutfi Firmansyah, S.Sos. Pembacaan ayat-ayat Al-Qur’an tentang keilmuan menjadi pengantar spiritual bagi seluruh rangkaian kegiatan yang memadukan organisasi, pendidikan, dan pengembangan keilmuan Islam.

Setelah itu, seluruh peserta berdiri untuk menyanyikan Lagu Indonesia Raya yang dipimpin oleh dirigen mahasiswa Tiara Marcelina bersama tim GM Harmony. Rangkaian pembukaan dilanjutkan dengan menyanyikan Hymne STEBI Global Mulia, sebagai bentuk penghormatan terhadap identitas dan semangat akademik institusi.

Tiga Sambutan, Tiga Perspektif untuk Masa Depan

Memasuki agenda berikutnya, Dr. Yoyo Hambali, S.Ag., M.A., selaku Ketua STEBI Global Mulia, menyampaikan sambutan yang menjadi pengantar institusional kegiatan. Dalam agenda tersebut, sambutan Ketua STEBI Global Mulia mengangkat semangat penguatan Tri Dharma Perguruan Tinggi dan jejaring internasional, sekaligus menegaskan posisi perguruan tinggi sebagai ruang strategis untuk membangun kolaborasi keilmuan dan kelembagaan.

Sambutan selanjutnya disampaikan K.H. Teguh Wibowo, S.E., M.Si., M.M., selaku Ketua Yayasan Global Insan Mulia. Pesan yang diangkat berfokus pada kepemimpinan yang beretika dan pembangunan pendidikan tinggi Islam yang berkelanjutan di tengah transformasi global.

Kemudian, Prof. Dr. K.H. Muhammad Amin Suma, M.H., M.M., selaku Ketua Umum HISSI, memberikan sambutan mengenai peran HISSI dalam pengembangan hukum ekonomi Islam. Sesi tersebut sekaligus menjadi jembatan menuju agenda utama pelantikan kepengurusan HISSI Bekasi Raya.

MPD HISSI Bekasi Raya Resmi Dilantik

Momentum penting berikutnya adalah Prosesi Pelantikan Majelis Pengurus Daerah (MPD) HISSI Bekasi Raya. Prosesi dilaksanakan oleh Majelis Pengurus Nasional (MPN) HISSI, dengan rangkaian utama berupa pembacaan sumpah jabatan/ikrar serta Surat Keputusan (SK) Kepengurusan olehProf. Dr. K.H. Muhammad Amin Suma, M.H., M.M.

Pelantikan ini bukan sekadar seremoni organisasi. Kehadiran MPD HISSI Bekasi Raya diharapkan menjadi bagian dari penguatan ekosistem keilmuan syariah di wilayah Bekasi Raya, khususnya dalam pengembangan pemikiran, penelitian, pendidikan, dan praktik hukum ekonomi Islam.

Setelah prosesi pelantikan, suasana acara kembali disegarkan melalui penampilan mahasiswa UKM KASTA “Wonderland Crue” berupa Tarian Nusantara. Penampilan tersebut menjadi representasi kekayaan budaya Indonesia sekaligus menunjukkan bahwa forum akademik dan keislaman dapat berjalan beriringan dengan apresiasi terhadap budaya bangsa.

Rangkaian seremoni kemudian ditutup dengan foto bersama seluruh undangan sebelum peserta memasuki agenda utama konferensi internasional.

Memasuki Forum Internasional: Membaca Masa Depan Hukum Ekonomi Islam

Setelah rangkaian pelantikan selesai, kegiatan memasuki International Conference on Islamic Economic Law in the Era of Disruption. Forum ini dirancang dalam beberapa sesi dengan menghadirkan pembicara nasional dan internasional untuk membahas berbagai dimensi hukum ekonomi Islam dalam menghadapi digitalisasi, ketidakpastian ekonomi, perkembangan keuangan global, dan perubahan geopolitik.

SESI I — Global Perspectives on the Future of Islamic Economic Law

Sesi pertama dipandu oleh Dona Ramadhan, S.IP., M.M. sebagai moderator dan diawali dengan pembukaan forum seminar internasional. Setelah pembukaan, peserta kembali menyanyikan Hymne STEBI Global Mulia bersama tim GM Harmony, kemudian mengikuti senam pembuka.

Keynote Address: The Future of Islamic Economic Law

Paparan utama disampaikan oleh Prof. Dr. K.H. Muhammad Amin Suma, M.H., M.M., Ketua Umum HISSI, dengan tema:

“The Future of Islamic Economic Law: Navigating Digital Disruption and Global Change.”

Materi tersebut menjadi fondasi diskusi mengenai bagaimana hukum ekonomi Islam harus merespons perubahan teknologi digital dan dinamika global tanpa kehilangan prinsip-prinsip syariah sebagai landasan normatifnya.

Islamic Legal Governance in the Digital Economy

Forum kemudian menghadirkan Dr. Nurizal Ismail, S.E.I., M.A., Ph.D. dari International Islamic University Malaysia (IIUM) dengan tema:

“Islamic Legal Governance in the Digital Economy: Strengthening Sharia Compliance for Global Financial Transactions.”

Pembahasan ini mengarahkan perhatian peserta pada pentingnya tata kelola hukum Islam dalam ekonomi digital, khususnya dalam memastikan kepatuhan syariah pada transaksi keuangan yang semakin terhubung secara global.

Building Resilient Islamic Economies

Sesi berikutnya menghadirkan Mowafg Abrahem Masuwd dari Al Zawiya University, Libya, yang mengangkat tema:

“Building Resilient Islamic Economies amid Global Uncertainty and Geopolitical Change.”

Materi ini memperluas perspektif peserta dari persoalan digitalisasi menuju tantangan ketidakpastian ekonomi global dan perubahan geopolitik serta bagaimana ekonomi Islam dapat membangun ketahanan dalam menghadapi kondisi tersebut.

Setelah seluruh pemateri menyampaikan gagasannya, forum dilanjutkan dengan Panel Discussion and Q&A Session yang dipandu moderator. Sesi ini memberikan kesempatan kepada peserta untuk berdialog langsung dengan narasumber dan memperdalam isu yang telah dibahas.

Kegiatan kemudian memasuki waktu ISHOMA, yaitu istirahat, salat, dan makan siang, sebelum konferensi berlanjut pada forum berikutnya.

SESI II — Islamic Economics, Finance and Development Forum

Setelah ISHOMA, konferensi memasuki sesi kedua dengan fokus pada Islamic Economics, Finance and Development Forum. Sesi ini dipandu oleh Nia, S.S., M.Hum. sebagai moderator.

Islamic Economic Law and Digital Transformation

Pembicara pertama pada sesi ini adalah Dr. Yoyo Hambali, S.Ag., M.A., yang membawakan tema:

“Islamic Economic Law and Digital Transformation: Opportunities and Challenges for Indonesia.”

Materi tersebut mengangkat hubungan antara perkembangan hukum ekonomi Islam dan transformasi digital, terutama peluang serta tantangan yang dihadapi Indonesia dalam membangun ekosistem ekonomi yang adaptif terhadap teknologi.

Leadership and Innovation in Islamic Financial Institutions

Sesi berikutnya menghadirkan Dr. Srikandi Utami, M.M., M.B.A. dengan tema:

“Leadership and Innovation in Islamic Financial Institutions.”

Pembahasan menyoroti pentingnya kepemimpinan dan inovasi dalam menjaga kemampuan lembaga keuangan syariah untuk beradaptasi, berkembang, dan tetap kompetitif di tengah perubahan lingkungan bisnis dan teknologi.

Islamic Social Finance and Community Economic Empowerment

Selanjutnya, Dr. Finda Findiana, S.Sos., M.M. menyampaikan materi bertema:

“Islamic Social Finance and Community Economic Empowerment.”

Topik ini membawa pembahasan pada peran keuangan sosial Islam dalam pemberdayaan ekonomi masyarakat dan bagaimana instrumen ekonomi sosial dapat menjadi bagian dari strategi membangun kemandirian dan kesejahteraan masyarakat.

Halal Industry and Sustainable Islamic Agribusiness Development

Forum dilanjutkan dengan pemaparan Dr. Novita, S.P., M.SEI. mengenai:

“Halal Industry and Sustainable Islamic Agribusiness Development.”

Materi ini memperluas pembahasan ke sektor industri halal dan pengembangan agribisnis Islam yang berkelanjutan, dua bidang yang memiliki peluang besar dalam pengembangan ekonomi syariah Indonesia.

Pendidikan Ekonomi Syariah dan Fenomena FOMO di Era Aset Digital

Berikutnya, Muhammad Zaini El Wahyu, S.Pd., M.Pd. mengangkat tema:

“Reorientasi Pendidikan Ekonomi Syariah dalam Menghadapi Budaya Fear of Missing Out (FOMO) pada Ekosistem Aset Digital.”

Topik ini menjadi relevan dengan perubahan perilaku generasi muda dalam menghadapi perkembangan aset digital. Pendidikan ekonomi syariah ditantang untuk memberikan pemahaman yang lebih kritis agar perkembangan teknologi dan tren investasi tidak semata-mata diikuti karena fear of missing out, tetapi dipahami berdasarkan prinsip literasi, etika, dan pertimbangan syariah.

Halal Certification in Pesantren Business Units

Sesi kedua ditutup dengan materi dari Moch. Dzul Fahmi, M.H., mengenai:

“Halal Certification in Pesantren Business Units.”

Pembahasan ini mengangkat pentingnya sertifikasi halal dalam pengembangan unit-unit usaha pesantren sebagai bagian dari penguatan ekosistem industri halal dan profesionalisasi kegiatan ekonomi di lingkungan pesantren.

SESI III — Law, Education and Institutional Transformation Forum

Konferensi kemudian memasuki sesi ketiga dengan tema besar Law, Education and Institutional Transformation Forum, yang kembali dipandu oleh Nia, S.S., M.Hum. sebagai moderator.

Pada sesi ini, Dr. Maria Francisca Mulyadi, S.H., M.Kn. menyampaikan materi:

“Legal Certainty and Governance in Islamic Commercial Transactions.”

Materi tersebut memberikan perspektif mengenai pentingnya kepastian hukum dan tata kelola dalam transaksi komersial berbasis Islam, khususnya untuk menciptakan aktivitas ekonomi yang memiliki landasan hukum jelas, dapat dipertanggungjawabkan, dan sesuai dengan prinsip syariah.

Setelah seluruh rangkaian pemaparan selesai, moderator menyampaikan ringkasan konferensi dan rekomendasi akademik sebagai upaya merangkum gagasan utama yang berkembang sepanjang forum. Sesi ini menjadi bagian penting untuk memastikan bahwa konferensi tidak berhenti pada pertukaran gagasan, tetapi menghasilkan arah pemikiran dan rekomendasi yang dapat ditindaklanjuti.

Sertifikat, Deklarasi Bekasi, hingga Penutupan

Sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi para pemateri, kegiatan dilanjutkan dengan penyerahan sertifikat kepada narasumber. Prosesi penyerahan dilakukan oleh petugas yang telah ditunjuk panitia dan menjadi penghargaan atas kontribusi para akademisi serta pembicara dalam memperkaya forum internasional tersebut.

Momentum berikutnya menjadi salah satu bagian penting dari konferensi, yaitu Deklarasi Bekasi tentang Penguatan Hukum Ekonomi Islam di Era Digital. Deklarasi ini melibatkan Pengurus HISSI dan STEBI Global Mulia sebagai wujud komitmen bersama untuk memperkuat pengembangan hukum ekonomi Islam dalam menghadapi transformasi digital.

Setelah deklarasi, Dr. Yoyo Hambali, S.Ag., M.A., selaku Ketua STEBI Global Mulia, menyampaikan Closing Statement yang sekaligus menjadi penegasan atas semangat kolaborasi, penguatan jejaring, dan komitmen akademik yang dibangun melalui konferensi.

Rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan doa penutup yang dipimpin oleh Dede Andriyana, S.Pd.I., M.M., dilanjutkan penutupan oleh Euis Entang, S.E. selaku MC dan foto bersama sebagai dokumentasi akhir kegiatan.

Lebih dari Sebuah Konferensi

Pelaksanaan Inauguration of MPD HISSI Bekasi Raya & International Conference on Islamic Economic Law in the Era of Disruption menjadi bukti bahwa STEBI Global Mulia tidak hanya berperan sebagai institusi pendidikan, tetapi juga sebagai ruang bertemunya gagasan, kepemimpinan, penelitian, dan jejaring internasional.

Dari pelantikan MPD HISSI Bekasi Raya hingga forum seminar internasional, seluruh rangkaian kegiatan membawa satu pesan besar: hukum ekonomi Islam harus terus berkembang mengikuti perubahan zaman tanpa kehilangan prinsip syariah, etika, dan kemaslahatan.

Konferensi ini mempertemukan isu transformasi digital, tata kelola syariah, ketahanan ekonomi Islam, kepemimpinan lembaga keuangan, keuangan sosial Islam, industri halal, agribisnis berkelanjutan, pendidikan ekonomi syariah, aset digital, bisnis pesantren, hingga kepastian hukum transaksi komersial Islam dalam satu ruang dialog akademik.

Bagi STEBI Global Mulia, momentum tersebut sekaligus memperkuat komitmen untuk membangun jejaring akademik nasional dan internasional, mengembangkan budaya ilmiah, serta mendorong lahirnya pemikiran hukum ekonomi Islam yang mampu menjawab tantangan masyarakat dan dunia ekonomi masa kini.

Pelantikan telah mengukuhkan kepengurusan, konferensi telah mempertemukan gagasan, dan Deklarasi Bekasi menjadi penanda komitmen bersama. Kini, tantangannya adalah membawa seluruh gagasan tersebut menjadi gerakan nyata dalam memperkuat hukum ekonomi Islam di era digital.

STEBI Global Mulia — menghadirkan ilmu, memperluas kolaborasi, dan menyiapkan gagasan untuk menjawab tantangan ekonomi Islam di masa depan.

Loading

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top