STEBI Global Mulia Kembali Gelar Sidang Akademik, Dorong Mahasiswa Siap Mempertanggungjawabkan Karya Ilmiah

Cikarang, 10 Agustus 2026 – Sekolah Tinggi Ekonomi dan Bisnis Islam (STEBI Global Mulia) kembali menunjukkan komitmennya dalam menjaga mutu akademik melalui penyelenggaraan Sidang Proposal Skripsi Gelombang X dan Sidang Skripsi (Munaqasyah) Gelombang VIII. Kegiatan ini menjadi salah satu tahapan penting dalam perjalanan akademik mahasiswa sekaligus ruang untuk menguji kesiapan mereka dalam menyusun, mempresentasikan, dan mempertanggungjawabkan karya ilmiah.

Sebanyak 17 mahasiswa mengikuti rangkaian sidang yang terbagi dalam dua tahapan, yakni mahasiswa yang mempresentasikan rancangan penelitian pada Sidang Proposal Skripsi Gelombang X serta mahasiswa yang telah menyelesaikan penelitian dan mempertanggungjawabkan hasilnya dalam Sidang Skripsi (Munaqasyah) Gelombang VIII.

Pelaksanaan sidang berlangsung dalam suasana akademik yang serius namun tetap kondusif. Setiap mahasiswa diberikan kesempatan untuk memaparkan gagasan, latar belakang, rumusan masalah, tujuan, metodologi, hingga hasil penelitian sesuai dengan tahapan sidang yang diikuti.

Bukan Sekadar Presentasi, tetapi Ujian atas Gagasan dan Argumentasi

Pada Sidang Proposal Skripsi, mahasiswa diarahkan untuk mampu menjelaskan urgensi penelitian serta menunjukkan bahwa rancangan penelitian yang disusun memiliki landasan akademik dan metodologis yang jelas. Sementara itu, mahasiswa peserta Munaqasyah ditantang untuk mempertanggungjawabkan hasil penelitian yang telah dilakukan, termasuk menjelaskan temuan, analisis, serta keterkaitan antara teori dan fakta di lapangan.

Proses tersebut menjadi bagian penting dalam membangun kemampuan mahasiswa untuk berpikir kritis, menyampaikan argumentasi secara sistematis, mengolah data, serta mempertahankan gagasan berdasarkan kaidah ilmiah.

Dalam pelaksanaannya, proses pengujian dilakukan oleh tim dosen penguji STEBI Global Mulia yang memiliki kompetensi sesuai bidang keilmuan penelitian mahasiswa. Para penguji, yaitu : Dr. Yoyo Hambali, S.Ag., M.A., Anggi Setya Prayoga, S.Kom., M.M., Hernanda Dian Rahajeng, S.E., M.M., Dr. Finda Findiana, S.Sos., M.M., memberikan pertanyaan, kritik, evaluasi, dan catatan akademik sebagai bagian dari proses penilaian sekaligus penyempurnaan karya ilmiah mahasiswa.

Dengan demikian, kehadiran para penguji tidak hanya berfungsi sebagai evaluator, tetapi juga menjadi bagian dari proses pembimbingan akademik yang membantu mahasiswa melihat penelitian dari perspektif yang lebih kritis dan komprehensif.

Dari Proposal Menuju Karya Ilmiah yang Bertanggung Jawab

Sidang proposal menjadi momentum bagi mahasiswa untuk mendapatkan masukan sebelum melanjutkan penelitian secara lebih mendalam. Berbagai catatan yang diberikan tim penguji menjadi bekal penting untuk menyempurnakan desain penelitian, baik dari aspek substansi, teori, metode maupun arah pembahasannya.

Adapun pada sidang Munaqasyah, mahasiswa memasuki tahap yang lebih menentukan. Mereka dituntut mampu menjelaskan proses penelitian secara utuh dan mempertahankan hasil penelitian yang telah disusun dalam bentuk karya ilmiah.

Rangkaian tersebut sekaligus mencerminkan proses pendidikan di STEBI Global Mulia yang tidak berhenti pada pemahaman teori di ruang perkuliahan, tetapi diarahkan pada kemampuan mahasiswa untuk menghasilkan pengetahuan, melakukan penelitian, dan mengemukakan solusi berdasarkan pendekatan ilmiah.

Menumbuhkan Budaya Akademik yang Kritis dan Berintegritas

Penyelenggaraan sidang secara berkala juga menjadi bagian dari upaya STEBI Global Mulia dalam membangun budaya akademik yang menjunjung tinggi integritas, objektivitas, tanggung jawab, dan profesionalisme.

Setiap mahasiswa tidak hanya dinilai berdasarkan kemampuan menyelesaikan karya tulis, tetapi juga melalui kemampuan memahami substansi penelitian dan mempertanggungjawabkan setiap argumentasi yang disampaikan.

Bagi mahasiswa, pengalaman menghadapi tim penguji menjadi pembelajaran berharga untuk membangun kepercayaan diri sekaligus melatih kemampuan komunikasi akademik yang akan bermanfaat ketika mereka memasuki dunia profesional maupun melanjutkan pendidikan ke jenjang berikutnya.

17 Mahasiswa, Satu Tahapan Menuju Kelulusan

Keikutsertaan 17 mahasiswa dalam Sidang Proposal Skripsi Gelombang X dan Sidang Skripsi (Munaqasyah) Gelombang VIII menjadi bagian dari perjalanan panjang mereka menuju penyelesaian studi.

Setiap mahasiswa membawa topik, pengalaman penelitian, serta proses akademiknya masing-masing. Namun, seluruhnya memiliki tujuan yang sama: menyelesaikan pendidikan dengan karya ilmiah yang dapat dipertanggungjawabkan dan menjadi bukti atas kompetensi yang telah dibangun selama menjalani proses perkuliahan di STEBI Global Mulia.

Pihak kampus menyampaikan apresiasi kepada seluruh mahasiswa yang telah mengikuti proses sidang dengan sungguh-sungguh. Bagi peserta proposal, masukan dari para penguji diharapkan menjadi pijakan untuk menghasilkan penelitian yang semakin kuat. Sementara bagi peserta Munaqasyah, tahapan ini menjadi momentum penting menuju penyelesaian studi dan capaian akademik yang telah diperjuangkan.

Melalui penyelenggaraan Sidang Proposal Skripsi Gelombang X dan Sidang Skripsi (Munaqasyah) Gelombang VIII, STEBI Global Mulia kembali menegaskan komitmennya untuk menghadirkan proses pendidikan tinggi yang berkualitas, terukur, dan berorientasi pada pembentukan lulusan yang kompeten, kritis, profesional, serta berlandaskan nilai-nilai Islam.

Sidang boleh menjadi ujian akhir dari sebuah proses penelitian, tetapi semangat mencari ilmu dan memberikan manfaat diharapkan terus berlanjut setelah mahasiswa meninggalkan ruang sidang.

Loading

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top